Contoh Laporan Praktikum Kimia Kelas XII IPA

Posted: 16 Mei 2012 in Sains

Dulu gara-gara di suruh buat tugas laporan praktikum kimia, mr. telat sempat stressss beraaatttttt…. soalnya nyari bahannya bikin pusing tujuh pusingan… eh, tujuh keliling maksud saya….. jadi buat membantu teman-teman sekalian nich mr.telat kasih contoh laporan praktikum kimia biar dijadiin referensi gitu….hehehe :D

Halaman Sampul

(Kreasi sendiri donk……)

LEMBAR  PENGESAHAN

Tugas kelompok berupa laporan kegiatan praktikum yang berjudul ”UJI DAYA HANTAR LARUTAN” yang disusun sebagai tugas akhir praktikum Kimia sebagai syarat kelulusan.Ini disusun oleh kelompok siswa:

…………………………………………(nama-nama anggota kelompok). Laporan ini di sahkan pada hari sabtu tanggal 17 Maret 2012

      Oleh:

                                                                   I                        .

                                                                                             .

                                                                                          .

__________.

                 Mengetahui:                                                                         Guru Pembimbing

      Kepala SMAN 2 Kapontori                                                             Mapel Kimia

        _______________                                                         ________   ________

        NIP.                                                                                           NIP.   

 

KATA PENGANTAR

BISMILAHIROHMANIROHIM

                Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya jualah, sehingga penyusunan laporan kegiatan pratikum akhir Kimia ini dapat kami selesaikan sebagaimana mestinya.

                Laporan praktikum ini berjudul “UJI DAYA HANTAR LARUTAN” yang disusun sebagai tugas akhir praktikum kimia  sebagai syarat kelulusan. Penulis menyadari bahwa dalam upaya penyelasaian tugas laporan ini, banyak megalami berbagai kesulitan sehingga tidaklah mengherankan apabila dalam laporan ini masih banyak ditemukan kesalahan-kesalahan di sana sini. Oleh karena itu, kami sebagai penulis banyak mengalami kendala dan kesulitan. Namun, berkat petunjuk, bimbingan dan nasehat dari Ibu (sensor), S.Pd sebagai guru pembimbing sehingga tugas ini terselesaikan dengan baik walaupun penuh dengan kekurangan.

                Untuk itu kami sebagai penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru di sekolah serta rekan-rekan kami sesama siswa yang telah memberikan dorongan kepada kami atas selesainya laporan ini.

                Kami menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan oleh sebab itu sumbang saran dan kritik dari berbagai pihak yang sifatnya membangun, sangat kami harapkan dan ucapan terima kasih. Semoga laporan ini bermanfaat adanya.

                                                                                                                Mataompana, 16 Maret 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………………………

Lembar Pengesahan…………………………………………………………………………..

Kata Pengantar………………………………………………………………………………….

Daftar Isi………………………………………………………………………………………….

Bab I   Pendahuluan…………………………………………………………………………..

A. Tujuan Percobaan………………………………………………………………..

B. Dasar Teori…………………………………………………………………………

Bab II  Metodologi…………………………………………………………………………….

A. Alat dan Bahan……………………………………………………………………

B. Cara Kerja………………………………………………………………………….

Bab III Hasil Pengamatan…………………………………………………………………..

Bab IV Pembahasan…………………………………………………………………………..

Bab V  Penutup…………………………………………………………………………………

A. Kesimpulan………………………………………………………………………..

B. Saran………………………………………………………………………………….

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………..

Lampiran

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan melakukan praktikum ini adalah  agar dapat mengelompokan larutan kedalam larutan elektorlit ataupun non-elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya

  1. B.      DASAR TEORI

Larutan adalah camparun homogenya yang terdiri dari zat terlarut dan zat pelarut. Larutan terbagi dua yaitu: Larutan Elektrolit dan Larutan Non-elektrolit. Larut elekrolit adalah larutan yang dapat mnghantarkan arus listrik.

Menurut ARHENIUS larutan elketrolit mengandung ion-ion yang bergerak bebas. Ion-ion inilah yang menghantarkan arus listrik melalui larutan. Sedangkan larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Suatu larutan yang bersifat elektrolit atau non-elektrolit dapat diketahui melalui percobaan dengan mengamati bola lampu dan elektrode.

Ciri larutan elektrolit adalah sebgai berikut:

  1. Lampu menyala terang dan pada elektrode timbul gelembung gas.
  2. Lampu menyala redup/tak menyalah tetapi pada electrode timbul gelembung gas.

Ciri-ciri larutan non-elektrolit adalah lampu tidak menyala dan pada elektrode tidak terdapat gelembung gas.

Berdasarkan daya hantar listriknya,larutan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut:

  1. Elektrolit kuat, contoh : NaCl
  2. Elektrolit lemah, contoh : CH­3COOH
  3. Non Elektrolit, Contoh : C6H12O6

 

 

BAB II

METODOLOGI

  1. A.     Alat dan Bahan

Alat yaitu sesuatu yang tidak akan habis jika digunakan. Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah :

 

  • Aki
  • Kabel
  • Bola lampu
  • Elektrode
  • Gelas kimia
  • Pipet tetes
  • Batang Pengaduk
  • Botol Cuci
  • Kain Lap/Kertas Tisu
  • Gunting/silet

 

Bahan adalah sesuatu yang akan habis jika digunakan. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah :

  • Gula Pasir
  • Asam Cuka
  • Garam Dapur
  • Air
  1. B.      Cara Kerja
    1. Siapkan alat uji elektrolit yang sudah dirancang.
    2. Lilitkan kabel pada balon lampu, kemudian ujung kabel yang lain disentuhkan pada kedua kutub aki sebagai penghantar arus listrik
    3. Selanjutnya kabel sebagai penghubung antara aki dan balon lampu diputuskan kemudian diikat pada batang elektroda dan batang elektroda tersebut dicelupkan ke dalam gelas kimia yang di dalamnya sudah terdapat larutan. Misalnya larutan NaCl yang sudah diaduk dengan pipet pengaduk.
    4. Bila bahan yang digunakan berupa zat cair, ambilah dengan pipet secara teliti dan diusahakan batang elektroda jangan saling bersentuhan, lalu amati pada batang elektroda dan nyala lampu.

 

BAB III

HASIL PENGAMATAN

            Dari pengamatan yang kami lakukan, larutan C6H12O6 dan CH3COOH termasuk larutan elektrolit lemah karena lampu tidak menyalah dan terdapat gelembung gas pada batang elektroda. Lain halnya dengan larutan garam dapur (NaCl), larutan ini merupakan larutan elektrolit kuat karena bola lampu menyala terang dan terdapat gelembung gas pada elektroda.

Tabel Hasil Pengamatan

No

Bahan (zat terlarut)

Rumus kimia

Lampu

Sekitar Elektroda

1

2

3

Natrium Klorida

Gula Pasir

Asam Cuka

NaCl

C6H12O6

CH3COOH

Menyala

Tidak Menyala

Tidak Menyala

Banyak gelembung gas

Sedikit gelembung

Sedikit gelembung

BAB IV

PEMBAHASAN

Berdasarkan daya hantar listriknya larutan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit .

  1. a.      Larutan Elektrolit

Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. Senyawa elektrolit adalah senyawa yang di larutkan dalam  air dan dapat mengalami ionisasi, umumnya senyawa elektrolit berupa garam yang terdiri dari ion positif dan negative pada saat pembentukannya. Contohnya senyawa elektrolit yaitu NaCl, KCl, NaBr, CaCl2, dan Na2SO4.

Larutan elektrolit terbagi dua yaitu:

1)      Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat ditandai dengan adanya ion-ion yang bergerak bebas. Contoh elektrolit kuat dari percobaan yang kami lakukan yaitu Larutan NaCl karena pada elektroda banyak timbul gelembung gas dan pada lampu menyala terang. Teori ini sudah sesuai dengan hasil percobaan yang kami lakukan.

NaCl merupakan senyawa ionic, yaitu senyawa yang proses pembentukannya terdiri dari ion positif (Na+) dan ion negative (Cl - ). Struktur kristal NaCl terdiri dari ion-ion yang rapat jika dilarutkan dalam air, molekul air akan merenggangkan ion-ion tersebut, sehingga ion akan terpisah-pisah.
Reaksi pelarutan:    NaCl  ――→ Na+(ag) + Cl-(ag)

Muatan dari ion tersebut akan menghantarkan arus listrik dari satu elektroda ke elektroda lainnya, sehingga lampu dapat menyala.

2)      Larutan Elektrolit Lemah

Dikatakan elektrolit lemah karena ion-ion yang bergerak bebas hanya sedikit. Adapun yang termasuk elektrolit lemah dari hasil percobaan kami yaitu larutan asam cuka (CH3COOH), dimana larutan ini ditandai dengan adanya gelembung gas pada batang elektroda dan lampu tidak menyalah.  Tetapi sesuai dengan buku panduan kami  yang disusun oleh Jaka Wismono, dkk Terbitan Ganeca, larutan CH3COOH lampunya menyala redup hal ini dikarenakan larutan CH3COOH  tidak mengalami ionisasi secara sempurna sehingga jumlah ion yang terdapat pada larutan tidak banyak dan menyebabkan nyala lampu redup. Keredupan tersebut tergantung pada konsentrasi larutan karena larutan yang encer tidak dapat menyalakan bola lampu, dan kami menyadari kekeliruan kami, semuanya itu mungkin disebabkan oleh alat yang kami gunakan.

  1. b.      Larutan Non-Elektrolit

Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, dimana senyawa yang dilarutkan dalam air tidak dapat terionisasi . Umumnya senyawa non-elektrolit ini berupa senyawa karbon yang berikatan kovalen, misalnya gula, urea, dan minyak, senyawa tersebut utuh dalam bentuk molekulnya dan tidak bermuatan. Contohnya pada larutan gula.

Molekul-molekul pada larutan gula tidak terionisasi sehingga tidak ada ion-ion yang bermuatan. Akibatnya molekul-molekul air dan larutan gula tidak dapat menghantarkan arus listrik (lampu tidak menyala dan pada batang elektroda tidak timbul gelembung gas). Hal ini disebabkan karena larutan gula tidak dapat terionisasi sama sekali. Namun teori ini tidak sesuai dengan hasil percobaan kami, dan kami menyadari ketidak sesuaian ini dikarenakan batang karbon (elektroda) yang kami gunakan pada larutan garam tidak dicuci bersih saat kami pindahkan kelarutan gula.

 

BAB V

PENUTUP

  1. A.     KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dengan menggunakan teknik praktikum, maka ditemukan kesimpulan sebaga berikut:

  1. Larutan NaCl (Natrium Clorida) dapat menghantarkan arus listrik dengan baik dan termasuk larutan elektrolit kuat (lampu menyala terang dan terdapat gelembung gas pada batang elektroda) dengan reaksi pelarutan NaCl dalam air yaitu:

NaCl(F) ——→ Na+(ag) + Cl-(ag)

  1. Larutan CH3COOH (Asam Cuka) termasuk elektrolit lemah karena lampunya menyala redup dan tidak mengalami ionisasi secara sempurna sehingga jumlah ion yang terdapat dalam larutan tidak banyak.
  2. Larutan C6H12O6 (gula) dalam teori dijelaskan bahwa bukan merupakan larutan elektrolit (non-elektrolit)  dimana senyawa yang dilarutkan dalam air tidak dapat terionisasi sehingga tidak ada ion-ion yang bermuatan, akibatnya tidak dapat menghantarkan arus listrik (lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gas pada batang elektroda).
  1. B.      SARAN

Bertitik tolak pada uraian di atas, kami sampaikan beberapa saran kepada segenap pembaca laporan tugas praktikum akhir kimia ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Dengan selesainya tugas praktikum ini, kiranya pihak-pihak terkait dapat memahami serta memaklumi bentuk kesederhanaannya. Bila perlu tugas ini dapat di evaluasi guna menjadi acuan kami untuk mengembangkan tugas ini kearah yang lebih sempurna.
  2. Semoga laporan ini dapat menarik simpati para siswa untuk memilih program IPA.
  3. Seyogyanya kegiatan praktikum lebih digalakkan di kalangan siswa karena masih begitu banyak kejadian alam yang masih menjadi misteri.
  4. Sebaiknya dalam mengikuti praktikum  khususnya praktikum kelompok harus disiapkan mental dan jangan melamun saat sedang melakukan eksperimen agar tidak mudah kaget apabila tersentuh alat dan bahan yang disiapkan dalam praktikum.
  5. Diharapkan kepada para guru utamanya pelajaran teori guru MIPA, untuk tidak hanya memberikan pelajaran teori kepada siswanya, namun juga memberikan kegiatan praktek sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi siswa di kala pembelajaran berlangsung, dan yang lebih penting lagi para siswa dapat mengetahui lebih jelas kenyataan yang sesungguhnya tentang materi yang diberikan.
  6. Saran dan Kritik senantiasa kami nantikan dari semua pihak.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Bodner, G.M. and Perdue HL………., Chemistry An ex perimental Science 2/ e-Jhon Willey dan Sons, Singapore, 1995.
  2. Petrucci, Ralp H – Suminar, Kimia dasar prinsip dan Terapan Modern Erlangga, Jakarta 1999.
  3. Wismono, Jaka, dkk, 2004. Kimia dan Kecakapan Hidup. Jakarta, Penerbit Ganeca Exact.
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s